Yogyakarta — PT Jasa Raharja melalui Petugas Administrasi Tingkat II Sub Bagian Pelayanan Kanwil D.I. Yogyakarta, Bonaventura Pandu Patria Tama, melaksanakan Survei Ahli Waris terhadap korban meninggal dunia atas nama Lucia Suwuh, yang mengalami kecelakaan pada Selasa, 27 Januari 2026, sekitar pukul 11.25 WIB.
Kegiatan survei dilakukan sebagai bagian dari rangkaian pelayanan santunan Jasa Raharja kepada korban kecelakaan kereta api dan ahli warisnya. Korban diketahui mengalami kecelakaan di Kleben VII RT 02 RW 13, Sidorejo, Godean, Kabupaten Sleman.
Berdasarkan kronologis kejadian, pada saat KA 89 Gaya Baru akan melintas di KM 540+1, secara bersamaan terdapat seorang pejalan kaki yang hendak menyeberang rel dari arah selatan ke utara. Masinis telah membunyikan semboyan 35 secara berulang sebagai peringatan. Namun karena jarak yang sudah sangat dekat, insiden temperan tidak dapat dihindari sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia.
Adapun ahli waris korban adalah Paiman, yang merupakan suami sah dari almarhumah Lucia Suwuh. Survei ahli waris ini bertujuan untuk memastikan kebenaran data korban dan keabsahan ahli waris, melakukan verifikasi kelengkapan administrasi santunan, serta mempercepat proses penyerahan santunan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pemberian dukungan dan empati kepada ahli waris sebagai wujud nyata hadirnya negara bagi korban kecelakaan kereta api.
Di tempat terpisah, Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Daerah Istimewa Yogyakarta, Regy Wijaya, menjelaskan bahwa Survei Pra Bayar merupakan tahapan penting dalam proses pelayanan santunan. Survei ini dilakukan untuk memastikan dana santunan benar-benar disalurkan kepada pihak yang berhak dengan menerapkan prinsip 5T, yaitu tepat informasi, tepat jaminan, tepat subjek, tepat waktu, dan tepat tempat.
“Selain memastikan ketepatan penyaluran santunan, Survei Pra Bayar juga bertujuan untuk memperoleh umpan balik langsung dari ahli waris atau klaimen sebagai bahan evaluasi dan peningkatan kualitas layanan ke depan,” ujar Regy.
Lebih lanjut, Regy menegaskan bahwa Jasa Raharja Kanwil D.I. Yogyakarta senantiasa berkomitmen memberikan pelayanan santunan yang mudah, cepat, tepat, dan penuh empati guna menjaga kepercayaan publik serta memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang terdampak musibah kecelakaan.
Menutup pernyataannya, Regy Wijaya mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi pelopor keselamatan, khususnya di perlintasan kereta api.
“Berhenti, lihat, dan dengarkan sebelum melintasi rel kereta api,” pungkasnya.

