Jasa Raharja Perkuat Budaya Risiko untuk Dorong Transformasi Pelayanan kepada Masyarakat melalui Risk Townhall 2026

LAIN482 Views

Jakarta, 19 Agustus 2026 Jasa Raharja terus mendorong penguatan manajemen risiko sebagai bagian dari transformasi tata kelola perusahaan untuk menghadapi perubahan dan memberikan pelayanan yang semakin adaptif kepada masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Risk Townhal/ 2026 di Kantor Pusat Jasa Raharja, Jakarta, pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Mengusung tema ‘Transforming Govemance for a Sustainable and Resilient Future Leveraging Al, GRC, ESG & ERM for Smarter Decisions and Resilience’, Risk Townhall 2026 menjadi forum komunikasi dan pembelajaran bagi seluruh Insan Jasa Raharja. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman terhadap isu strategis dan kebijakan perusahaan, membangun budaya kolaborasi dan pembelajaran berkelanjutan, serta menumbuhkan kesadaran terhadap tantangan, peluang, dan risiko yang dihadapi perusahaan.

Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin menyampaikan bahwa Risk Townhal! tidak hanya menjadi forum untuk meningkatkan pemahaman mengenai manajemen risiko, tetapi juga memperkuat budaya risiko yang menempatkan kesadaran dan kepemilikan risiko sebagai tanggung jawab bersama.

“Risk Townhal! ini harus menjadi forum pembelajaran bersama untuk membangun pemahaman, kesadaran, sekaligus melibatkan seluruh insan perusahaan. Budaya risiko bukan hanya bagaimana kita sadar terhadap risiko, tetapi juga memiliki ownership yang sama. Risiko bukan hanya tanggung jawab fungsi Manajemen Risiko, melainkan tanggung jawab seluruh insan perusahaan. Dengan pemahaman dan kepemilikan bersama kita ingin membangun organisasi yang semakin adaptif dalam menghadapi berbagai perubahan,” ujar Awaluddin.

Sebagai BUMN yang menjalankan fungsi pelayanan publik, penguatan tata kelola dan manajemen risiko menjadi bagian dari upaya memastikan negara hadir melalui layanan prima dengan semangat Melayani Sepenuh Hati. Hal ini sejalan dengan penguatan ekosistem Danantara Indonesia, di mana peningkatan kualitas tata kelola dan kinerja BUMN diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Karena itu, pengelolaan risiko perlu diarahkan pada risiko yang paling kritis memiliki urgensi, dan memberikan dampak nyata terhadap kinerja perusahaan. Pendekatan ini diharapkan dapat membuat sumber daya perusahaan yang terbatas digunakan secara lebih fokus untuk mengantisipasi dan memitigasi risiko yang paling menentukan pencapaian tujuan perusahaan.

Sementara itu, Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Jasa Raharja Harwan Muldidarmawan menjelaskan bahwa perusahaan telah memiliki fondasi pengelolaan risiko melalui penerapan Enterprise Risk Management (ERM) dan pengembangan Sistem Informasi Manajemen Risiko (SIMR). Fondasi tersebut terus diarahkan untuk memperkuat kemampuan perusahaan dalam mengenali risiko secara lebih dini dan mendukung pengambilan keputusan.

“Manajemen risiko dalam konsep ERM bukan sekadar memenuhi kewajiban atau mengisi risk register. Kita perlu membangun kemampuan untuk mengantisipasi berbagai hal yang dapat mengganggu pencapaian target. Karena itu, SIMR akan terus dikembangkan untuk mendukung Key Risk Indicator Risk Intelligence, dan Predictive Risk Control. Ke depan, kita harus memiliki #sk awareness dan risk sensing yang kuat, sehingga pada 2027 kita sudah dapat bergerak menuju pengelolaan risiko yang lebih cerdas dan prediktif,” ujar Harwan.

Risk Townhall 2026 menghadirkan Dr. Antonius Afijoyo, Principal CRMS Indonesia, sebagai narasumber. Pada sesi pertama, materi yang dibahas adalah “Strategic GRC in the Era of Al: Leveraging Data Analytics and Al Govemance for Executive Decision Intelligence’ sedangkan di sesi kedua mengangkat tentang “Executive Stewardship in Sustainability by Design: Integrating ESG into ERM for Organizational Resilience’.

Melalui Risk Townhall 2026, Jasa Raharja mendorong penguatan budaya sadar risiko sebagai fondasi untuk membangun organisasi yang adaptif, inovatif, dan tangguh dalam menghadapi perubahan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kualitas pengambilan keputusan, mendukung keberlanjutan perusahaan, serta menghadirkan pelayanan prima bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *