UPN Veteran Yogyakarta Dampingi Produksi Louby Batik

LAIN18 Views

Kotawates.com – Tim pengabdian masyarakat Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta memulai program pendampingan terhadap UMKM Louby Batik, di Banyuripan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Jumat, 19 Juni 2026. Kegiatan ini berfokus pada perkenalan program, pemotretan produk, serta perumusan rencana rebranding yang menyeluruh.

Louby Batik merupakan salah satu sentra batik tradisional Bayat, Klaten. Louby Batik dikenal dengan produk batik berkualitas yang menggunakan pewarna alam (soga) khas dengan nuansa lebih cerah dan kekuningan. Motif-motif klasik batik ini, mencerminkan kekayaan warisan budaya yang kuat.

Meski demikian, Louby Batik menghadapi sejumlah tantangan dalam pengelolaan bisnis dan pemasaran. Penjualan masih bergantung pada penjualan konvensional. Pemanfaatan media digital, termasuk media sosial dan marketplace, belum dilakukan secara optimal dan konsisten.

Disisi lain, branding Louby Batik belum cukup kuat untuk membedakan diri di pasar yang semakin kompetitif. Konten yang dihasilkan belum mampu merepresentasikan keunikan produk maupun cerita di balik setiap kain batik yang dihasilkan.

Dalam Kegiatan pendampingan perdana, tim melakulan sesi pemotretan sejumlah produk yang telah siap dipasarkan. Sebagai langkah ke depan, tim mengusulkan pembuatan beberapa sampel produk baru, dengan konsep terkini untuk memperluas segmen pasar Louby Batik.

Salah satu rekomendasi utama dari tim UPN Veteran Yogyakarta adalah rebranding. Hal ini dilatarbelakangi identitas merek lama yang belum dikenal luas serta belum memiliki ciri pembeda yang kuat di pasar.

“Saya harap rebranding ini dapat memulihkan identitas dan ciri khas asli Louby Batik, sehingga menjadi nilai jual yang tinggi bagi produk-produk yang kami tawarkan. Saya meminta tim untuk totalitas dalam setiap pengerjaan ke depannya, “ tutur Agung Prayitno, Pemilik Louby Batik.

Agung menyambut inovasi yang ditawarkan tim secara terbuka dan antusias. Keterbukaan ini menjadi modal penting bagi keberhasilan program pendampingan.

Ketua Tim pengabdian masyarakat Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, Dr. Susanta, M.Si. mengatakan perguruan tinggi memiliki fungsi Tri Dharma yaitu Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Jadi setiap dosen harus mengabdikan ilmunya kepada masyarakat agar kampus memiliki dampak langsung kepada masyarakat.

Program pendampingan ini, tegas Susanta, sejalan dengan komitmen UPN Veteran Yogyakarta dalam mendukung pertumbuhan UMKM lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *